Cara Menggunakan Lemari Keamanan Biologis dengan Benar

Lynn Wei

Pakar Instrumen Laboratorium & Pengujian Analitik

Dengan pengalaman praktis lebih dari 12 tahun di bidang instrumen analitik, aplikasi pengujian laboratorium, dukungan instalasi, dan pemecahan masalah, beliau membantu laboratorium global memilih peralatan yang andal, meningkatkan efisiensi pengujian, dan menyelesaikan tantangan aplikasi nyata. Ikuti aku:

Kabinet pengaman biologis adalah penghalang pelindung utama yang dapat melindungi pengguna dari bahaya biologis. Prinsip utamanya adalah aliran udara masuk dapat membentuk penghalang aliran udara di jendela depan untuk mencegah pelepasan bahaya biologis secara tidak sengaja dari area kerja kabinet pengaman. Aliran udara menciptakan penghalang aliran udara di ruang kerja untuk memberikan perlindungan sampel. Pada saat yang sama, operasi laboratorium standar harus diikuti untuk memastikan kinerja keselamatan kabinet pengaman biologis yang terbaik. Artikel ini akan memperkenalkan tindakan pencegahan penggunaan kabinet pengaman biologis untuk membantu Anda menggunakan kabinet pengaman biologis dengan benar.

11 Tindakan Pencegahan Penggunaan Lemari Keamanan Biologis

1. Minimalkan gangguan pada penghalang aliran udara. Hindari memindahkan lemari pengaman biologis dengan cepat, jaga agar gerakan Anda tetap lambat.

2. Selalu pertahankan ketinggian bukaan jendela depan yang benar saat menggunakan lemari pengaman biologis.

3. Disinfeksi permukaan setiap hari. Sterilisasi dengan sinar ultraviolet tidak dapat sepenuhnya menggantikan pekerjaan pembersihan. Pembersih harus digunakan untuk mendisinfeksi dan mensterilkan meja kerja setelah lemari biosafety digunakan.

4. Berpakaianlah dengan benar dan mahir dalam mengenakan alat pelindung diri lengkap sebelum Anda menggunakan lemari pengaman biologis.

5. Perhatikan penggunaan bahan kimia beracun yang mudah menguap. Pada saat ini, lemari pengaman biologis harus terhubung ke pipa drainase eksternal.

6. Desain ergonomis mengurangi kelelahan saat menggunakan lemari pengaman biologis dengan sandaran tangan yang ditinggikan serta kursi dan sandaran kaki yang dirancang secara ergonomis.

7. Ikuti teknik aseptik yang benar dan selalu pertahankan urutan operasi dari area bersih ke area terkontaminasi: area kerja berada di tengah, dan area bersih serta area terkontaminasi berada di kedua sisi.

8. Buang limbah dan ujung pipet dengan benar. Masukkan ujung pipet dan limbah ke dalam kantong biohazard di dalam (bukan di luar) lemari biosafety untuk mencegah penyebaran kontaminasi.

9. Beroperasilah di dalam area kerja lemari pengaman biologis sebisa mungkin untuk menghindari penyumbatan pada kisi-kisi pemasukan udara di bagian depan dan belakang area kerja.

10. Sertifikasi tahunan lemari pengaman biologis untuk memastikan bahwa kecepatan aliran udara dan faktor pembatas lainnya di lemari pengaman biologis berada dalam kisaran aman

11. Gunakan buku catatan yang dapat disterilkan di brankas, dan pertimbangkan untuk menggunakan tablet pintar atau iPad sebagai pengganti buku catatan biasa.

Kabinet Keamanan Biologis

13 Larangan Penggunaan Lemari Keamanan Biologis

  1. Periksa label peralatan atau cari tanda bahaya biologis sebelum digunakan. Jangan samakan lemari biosafety dengan meja kerja ultra-bersih.
  2. Jika ketinggian jendela depan tidak tepat atau aliran udara masuk tidak normal, alarm akan berbunyi, baik secara visual maupun audio. Jangan terus beroperasi saat alarm kabinet biosafety berbunyi.
  3. Jangan halangi kisi-kisi pemasukan udara depan. Jika kisi-kisi pemasukan udara terhalang, mekanisme perlindungan keselamatan di jendela depan dapat rusak, sehingga tidak dapat menjamin keselamatan operator dan meningkatkan risiko kontaminasi sampel.
  4. Jangan menaruh barang-barang yang tidak relevan dalam lemari pengaman biologis, dan harap desinfeksi barang-barang tersebut sebelum mengeluarkannya dari lemari pengaman biologis.
  5. Jangan letakkan ember limbah cair di luar lemari biosafety. Jika ember limbah cair diletakkan di luar lemari biosafety, operator akan membawa polutan dari dalam lemari. kabinet biosafety ke bagian luar lemari biosafety.
  6. Jangan mencolokkan peralatan berarus tinggi ke soket GFCI di lemari pengaman biologis, pastikan untuk memeriksa arus terukur maksimum soket GFCI, dan berhati-hatilah untuk tidak mencolokkan penyedot debu agar sekring tidak putus.
  7. Jangan gunakan disinfektan yang mengandung klorin untuk membersihkan lemari pengaman biologis. Disinfektan yang mengandung klorin dapat menyebabkan korosi. Jika kotoran yang tersisa perlu dibersihkan, gunakan isopropil alkohol yang diencerkan dengan air deionisasi.
  8. Jangan gunakan lemari pengaman biologis sebagai lemari penyimpanan. Menempatkan terlalu banyak barang yang tidak relevan akan memengaruhi pola aliran udara dan lapisan pelindung lemari pengaman biologis.
  9. Jangan mengoperasikan benda yang mudah terbakar dan meledak di dalam lemari keselamatan biologis. Gas yang mudah terbakar memasuki kumparan motor kipas dan dapat menyebabkan ledakan jika terkena percikan api.
  10. Jangan bekerja di dalam lemari keselamatan biologis saat lampu UV menyala. Sebelum menyalakan lampu UV, pastikan jendela kaca depan tertutup rapat untuk mencegah pengguna terpapar radiasi ultraviolet.
  11. Jangan gunakan api terbuka di dalam lemari biosafety. Aliran udara panas akan memengaruhi pola aliran udara di dalam lemari biosafety dan menyebabkan polusi. Penggunaan api terbuka dapat merusak filter atau bahkan menyebabkan ledakan.
  12. Jangan memasuki pipa di bawah jendela depan, jika perlu, coba gunakan lubang kabel untuk masuk.
  13. Jangan menaruh banyak magnet atau magnet berukuran besar di dalam lemari pengaman biologis, magnet yang kuat akan mengganggu sensor jendela depan.

Rekomendasi Produk Lainnya